Pernah denger saran klasik ini: “Jangan berekspektasi tinggi, biar nggak kecewa.”
Kedengarannya bijak, ya? Tapi… ternyata nggak selalu benar.
Penelitian 10 tahun oleh Dr. Donald Baucom soal ekspektasi dalam pernikahan menemukan bahwa orang cenderung mendapat perlakuan sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
Also Read
Kalau seseorang punya ekspektasi rendah, kemungkinan besar mereka justru terjebak dalam hubungan yang buruk. Sebaliknya, orang dengan standar yang sehat dan realistis cenderung berada dalam hubungan yang lebih baik.
Konsep Hubungan “Cukup Baik”
Ada istilah nih: “the good enough relationship”, alias hubungan yang “cukup baik”.
Nah, ini agak membingungkan: banyak ahli justru menyarankan pasangan untuk mengejar hubungan yang “cukup baik”.
Kedengerannya kayak nyuruh kita buat ‘settle’, ya? Eits, tunggu dulu.
Dalam hubungan yang cukup baik, orang tetap punya ekspektasi tinggi tentang bagaimana mereka diperlakukan. Mereka ingin diperlakukan dengan kasih sayang, respek, dan kejujuran. Mereka nggak toleransi sama sekali terhadap kekerasan, baik secara fisik maupun emosional.
Tapi… mereka juga realistis. Mereka tahu bahwa konflik itu normal, bahkan sehat asal diselesaikan dengan cara yang sehat juga.
Masalah yang Bisa & Nggak Bisa Diselesaikan
Jangan berharap semua masalah bakal kelar. Berdasarkan penelitian, sekitar ⅔ konflik dalam hubungan itu nggak bakal pernah selesai.
Ketika seseorang memilih pasangan seumur hidup, mereka juga otomatis ‘memilih’ satu set masalah yang nggak bisa dihilangkan.
Jadi, kalau ada yang berharap pasangannya bisa menyembuhkan luka masa kecil atau jadi jalan menuju pencerahan spiritual… mungkin ekspektasinya perlu dikalibrasi ulang. Realistis lah soal hal-hal besar kayak gini.
Bangun Fondasi yang Kuat
Menurut teori Sound Relationship House (ini teori berbasis riset, bukan metafora doang), pasangan yang punya hubungan “cukup baik” itu:
- Sahabatan sama pasangannya sendiri
- Saling dukung impian masing-masing
- Punya kepercayaan tinggi
- Bisa ngatur konflik tanpa drama
- Bisa saling minta maaf dan memperbaiki keadaan setelah konflik
- Saling mendukung impian masing-masing, walaupun impiannya beda
- Mereka cari kompromi, bukan cari menang sendiri.
Nah, hal-hal itu tuh yang seharusnya kamu harapkan. Dan kabar baiknya: semua itu bisa dicapai.
Penutup
Punya standar tinggi itu bukan dosa. Bahkan, itu bisa bikin seseorang lebih dekat ke hubungan yang sehat dan bahagia.
Ekspektasilah untuk diperlakukan dengan baik. Karena, ya, itu memang pantas didapatkan. Bukan mimpi, kok—itu realistis dan bisa dicapai.








Hello from Mars