Bertengkar Itu Nggak Selalu Buruk…
Faktanya, anak-anak bisa belajar hal baik dari pertengkaran orang tuanya asalkan pertengkarannya sehat dan manusiawi, bukan kayak adegan sinetron jam 7 malam yang penuh teriakan, diam-diaman, atau kata-kata yang bikin sakit hati.
Kalau pertengkarannya:
- Terlalu sering
- Penuh kemarahan atau kekerasan (fisik maupun verbal)
- Penuh sindiran, penghinaan, atau saling ngambek
…nah, itu yang berbahaya banget buat anak.
Also Read
Anak yang sering melihat konflik macam ini bisa tumbuh jadi pribadi yang:
- Cemas dan gampang marah
- Susah tidur
- Nilai sekolah jeblok
- Sulit konsentrasi
- Dan nantinya… susah punya hubungan yang sehat saat dewasa
Anak-Anak Itu Penonton Sekaligus Peniru
Mereka belajar cara mengelola konflik dari… siapa lagi? Ya, orang tuanya sendiri. Kalau yang mereka lihat tiap hari adalah konflik yang penuh drama dan saling serang, jangan heran kalau nanti mereka tumbuh dengan pola yang sama.
Makanya, pendekatan ala Gottman bilang: tujuan bertengkar itu bukan untuk “menang” atau “selesai”, tapi untuk diatur dan diolah bareng-bareng. Gimana caranya?
- Saling mendengarkan
- Validasi perasaan masing-masing
- Cari solusi bareng, bukan saling menyalahkan
- Dan, paling penting: tetap saling hormat
Hasilnya mungkin nggak 100% sesuai keinginan masing-masing, tapi semua orang pulang dengan hati yang tetap utuh.
Semua Emosi Itu Sebenarnya Cuma 90 Detik
Serius. Emosi itu, kalau dibiarkan lewat tanpa dilawan atau dipendam, biasanya cuma butuh 90 detik untuk reda.
Caranya?
- Rasakan dulu di mana letaknya emosi itu di tubuh (misalnya dada sesak, bahu tegang, perut mual)
- Tarik napas, dan sadari: “Oke, gue lagi kesal.”
- Kalau perlu, keluarkan suara yang sesuai emosi itu—bisa geraman, bisa teriakan kecil (asal nggak ke orang, ya)
- Habis itu, baru deh otak rasionalnya balik kerja. Jadi lebih mudah ngobrol dan cari solusi
Penutup
Bertengkar di depan anak boleh, asal:
- Tetap saling menghargai
- Tujuannya bukan untuk saling serang, tapi untuk saling ngerti
- Anak bisa lihat bahwa konflik itu bagian normal dari hubungan dan bisa diselesaikan dengan sehat
Kalau anak bisa lihat orang tuanya bertengkar dengan cara yang sehat, mereka justru akan tumbuh jadi orang dewasa yang tahu cara menghadapi konflik tanpa harus drama.






