×

“Kenapa Pasangan Aku Kayak Benci Sih?” Kenalan Sama Negative Sentiment Override

by

taiciken

Refreshed on

1 October, 2025

This post may content affiliate link

Pernah nggak, lagi santai makan makanan favorit terus bilang, “Enak ya makanannya di sini?” Eh, pasangan langsung jawab, “Kamu tuh nggak pernah hargain masakanku.” Atau bilang, “Kita butuh liburan, lama banget nggak jalan bareng,” terus dijawab, “Mau aku berhenti kerja biar kamu bahagia?”

Kamu bingung dong, kok jadi kayak gitu? Mau jawab apa, malah makin ribut. Lama-lama, kamu jadi malas ngobrol dan lebih milih ngurusin hal lain, padahal pengen banget deket sama dia.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Ini namanya Negative Sentiment Override alias “filter negatif.” Bayangin aja, tiap interaksi kalian itu kayak setumpuk emosi negatif yang menumpuk dan bikin pasanganmu lihat segala sesuatu dari sudut pandang yang jelek terus.

Pasanganmu mungkin diam-diam ngerasa nggak dihargai, nggak penting, atau diabaikan. Padahal kamu sendiri nggak sadar apa yang kamu lakukan sampai dia jadi kayak gitu.

Kok Bisa Sampai Segitunya?

Mungkin kamu sering telat padahal dia udah nunggu, nggak sengaja ceritain rahasianya ke teman, atau sering nganggap remeh hal yang dia anggap penting. Pas dia coba ngomong baik-baik, kamu cuekin karena mikir kamu ada alasan yang logis.

Nah, lama-lama dia capek, ngerasa ngomong nggak ada gunanya, lalu menumpuk rasa sakit hati. Dari situ, dia mulai sering nyinyir, kritik, atau malah sikapnya jadi dingin. Kalau ini berlangsung terus, kamu juga bisa ikut-ikutan kena negative sentiment override dan mulailah lingkaran setan “ribut-nggak-beres”.

Penelitian Tentang Ini

Dr. John Gottman pernah studi 96 pasangan baru menikah. Dia lihat, kadang pasangan merasa interaksi itu negatif, padahal pengamat luar nggak lihat ada yang salah. Ada juga yang malah interpretasi hal netral jadi positif, kayak “Iya ya, aku juga kangen liburan bareng.”

Pasangan yang “distressed” biasanya kena negative sentiment override, jadi mereka mikir segala sesuatu negatif terus. Pasangan yang bahagia? Mereka punya positive sentiment override alias cenderung lihat hal netral atau negatif kecil sebagai sesuatu yang positif.

Kalau negative sentiment override terus jalan bareng sama pola buruk lain seperti Four Horsemen (kritik, defensif, penghinaan, dan ngambek), hubungan bisa makin rusak.

Gimana Cara Keluar dari Siklus Ini?

Beberapa tips kece buat keluar dari lingkaran negatif ini:

1. Komunikasi untuk Mendengarkan
Pasanganmu punya luka lama yang belum sembuh. Contohnya, “Kamu nggak pernah bela aku waktu sama orang tua kamu,” atau “Kamu nggak ada pas aku sakit.” Kalau kamu bisa dengarkan dan biarkan dia cerita sampai dia merasa didengar, perlahan luka itu bisa sembuh.

2. Jauhi Four Horsemen
Jangan pake kritik kasar, defensif, hinaan, atau diam-diam. Ini cuma bikin luka makin dalam. Lebih baik omongin perasaan dan kebutuhan yang sebenarnya, bukan cuma saling nyalahin.

3. Terima Tanggung Jawab
Fokus ke perasaan dan luka pasangan, bukan siapa yang benar atau salah. Akui bagian kamu yang mungkin menyakiti dia, dan coba deh kasih empati buat nyembuhin.

4. Self-soothe alias Tenangin Diri Sendiri
Kalau emosi udah meledak, mending ambil jeda 30 menit dulu. Jangan ngomong waktu lagi panas, nanti makin parah. Bilang ke pasangan, “Aku butuh waktu sebentar buat tenang, nanti aku balik lagi buat ngobrol.” Ini bikin pasangan ngerti kalau kamu peduli dan bukan ngilangin masalah.

Penutup

Memang nggak gampang buat nembus negative sentiment override dan balikin komunikasi yang sehat. Tapi dengan usaha sabar dan saling pengertian, bukan nggak mungkin hubungan bisa membaik dan kalian bisa ngobrol lagi tanpa ribut terus.

Related Post

Leave a Comment